Senin, 29 April 2019

Meja Kursi Sekolah Rangka Besi


Meja kursi sekolah rangka besi saat ini mulai marak digunakan sebagai pengganti meja kursi sekolah yang terbuat dari kayu di sekolah – sekolah di Indonesia  baik itu sekolah milik pemerintah maupun sekolah-sekolah milik swasta.

Hal ini dikarenakan meja kursi sekolah yang menggunakan rangka besi mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan meja kursi sekolah yang terbuat dari bahan kayu.



Berikut beberapa keunggulan meja kursi sekolah rangka besi bila dibanding dengan  meja kursi sekolah yang terbuat dari kayu:

      Lebih Kuat
Secara bahan bisa dipastikan kalo rangka besi itu lebih kuat jika dibandingkan dengan rangka kayu, walaupun jika tidak dirawat dengan baik misal sering terkena air atau lembab rangka besinya akan mudah berkarat dan keropos, namun demikian rangka kayu pun bila sering  terkena air bisa cepat lapuk dan rusak. Selain lebih tahan terhadap cuaca, rangka besi jika lebih kuat bila meja kursi ini sering berpindah-pindah, baik karena kebutuhan maupun yang dikarenakan keaktifan siswa ketika melakukan kegiatan di dalam kelas.

Lebih Awet
Karena lebih kuat maka secara otomatis meja kursi sekolah rangka besi menjadi lebih awet dibanding dengan meja kursi sekolah yang terbuat dari kayu, untuk pemakaian yang standar dan perawatan yang baik bisa dipastikan kalau meja kursi sekolah rangka besi akan lebih awet jika di banding dengan menja kursi sekolah yang terbuat dari kayu.

Lebih Elegan
Meja kursi sekolah rangka besi akan terlihat lebih elegan dan mewah, dikarenakan dengan menggunakan rangka besi maka model dan warna bisa dibikin bervariasi tergantung selera konsumen, untuk warna juga bisa disesuaikan dengan permintaan konsumen. Bisaanya untuk warna disesuaikan dengan warna identitas dari yayasan tempat sekolah bernaung, ini untuk sekolah – sekolah swasta. Untuk sekolah – sekolah milik pemerintah bisaanya warna disesuaikan dengan jenjang pendidikannya, missal untuk sekolah tingkat dasar (SD) menggunakan warna merah, untuk sekolah tingkat menengah pertama (SMP) menggunakan warna biru, untuk sekolah menengah tingkat atas (SMU) menggunakan warna abu – abu, sedangkan untuk perguruan tinggi warna bisaanya menggunakan warna – warna yang netral.
Untuk sekolah Taman kanak – kanak (TK) ataupun Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bisaanya digunakan warna – warni, jadi misal dalam satu kelas di gunakan meja kursi siswa warna merah, warna kuning, warna hijau, warna biru, warna oranye, warna ungu dan lain – lain.

Lebih Praktis
Maksud dari lebih praktis adalah bahwa meja kursi sekolah rangka bisa bisa dibuat dengan sistim bongkar pasang ( knock down). Sehingga akan lebih mudah dalam ekspedisi. Hal ini berlaku jika jarak antara lokasi penjual dan pembeli berjauhan, bisa antar kota atau daerah maupun antar pulau. Dengan sistem bongkar pasang (konck down) maka satu set meja kursi bisa di packing dalam satu kardus, tentunya ini sangat memudahkan dalam pengankutan, disamping itu volume pengiriman akan bisa menjadi lebih kecil, hal ini akan berdampak pada biaya cost pengiriman yang tentunya akan menjadi jauh lebih hemat.
Disamping itu dengan packing yang rapi akan membuat barang terhindar dari kerusakan selama proses pengiriman, terlebih jika lokasi pengiriman yang jauh, yang bisa memakan waktu berhari-hari, ini bisa terjadi jika pengiriman dilakukan antar pulau menggunakan expedisi darat.

Untuk pemakain diluar keperluan meja kursi siswa, meja kursi rangka besi ini ini juga digunakan untuk meja guru, meja kantor, meja kantin dan lain - lain. Untuk keperluan tersebut masalah warna juga bisa disesuaikan dengan permintaan konsumen atau pengguna.

Rabu, 27 Maret 2019

Alasan Mengapa Ujian Nasional di Sekolah Perlu Dihapus

Dalam debat cawapres terakhir, calon wakil presiden bapak Haji Sandiaga Salahudin Uno mewacanakan penghapusan Ujian nasional di sekolah – sekolah dan digantikan dengan ujian test kemampuan, bakat dan minat.

Bapak Haji Sandiaga Salahuddin Uno sendiri tidak menyampaikan alasan – alasan secara detail mengapa ujian nasional akan di hapuskan dari sekolah – sekolah di Indonesia, ini mungkin karena terbatasnya waktu yang disediakan dalam sesi debat calon wakil presiden tersebut, kursi sekolah.com akan mencoba menganalisa sendiri mengapa Ujian nasional perlu diganti dengan ujian test kemampuan , bakat dan minat, karena kursisekolah.com juga sepakat  dengan apa yang disampaikan oleh calon wakil presiden bapak Haji Sandiaga Salahuddin Uno dalam sesi debat tersebut.



Adapun alasan – alasan mengapa Ujian Nasional Sekolah perlu di hapus dan diganti dengan Test kemampuan bakat dan minat menurut kursisekolah.com adalah sebagai berikut:

Pertama, Bentuk UN selama ini kurang mendorong berkembangnya kemampuan siswa secara utuh, ini seperti yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy beberapa waktu yang lalu ketika beliau mewacanakan moratorium atau penghapusan sementara ujian nasional (UN) di Sekolah. Hal ini diberitakan di kompas online

Ke-dua, Hasil Ujian Nasional (UN) hingga saat ini belum dapat menjadi instrumen peningkatan mutu pendidikan di Indonesia. Bentuk Ujian Nasional (UN)  selama ini kurang mendorong berkembangnya kemampuan siswa secara utuh.

Ke-tiga, Sumber daya yang dikerahkan untuk pelaksanaan UN sangat besar. Ini dikarenakan cakupan Ujian Nasional (UN)  yang luas. Sementara cakupan yang luas ini juga menciptakan kesulitan dalam memperoleh Ujian Nasional (UN)  yang kredibel dan bebas dari kecurangan.

Ke-empat, terhadap setiap peserta Ujian Nasional (UN), Ujian Nasional (UN)  juga dianggap tak berimplikasi sama dan secara langsung.  Hasil Ujian Nasional (UN)  hanya mempunyai implikasi ketika dimanfaatkan untuk kepentingan lain, misalnya seleksi.

Ke-lima, Karena Sifat Ujian Nasional (UN) dianggap hanya menguji ranah kognitif dan beberapa mata pelajaran tertentu saja, maka Ujian Nasional (UN) dinilai cenderung membawa proses belajar ke orientasi yang salah.

Ke-enam, Ujian Nasional (UN) dinilai belum menjadi alat pemetaan yang tepat. Sebab, pemetaan mutu yang baik menuntut adanya instrumen pemetaan lain selain UN. Pemetaan mutu tak perlu dilakukan setiap tahun dan tidak perlu diberlakukan untuk seluruh siswa.

Ke-tujuh. Pemetaan mutu yang baik menuntut adanya instrumen pemetaan lain selain Ujian Nasional (UN). Pemetaan mutu tak perlu dilakukan setiap tahun dan tidak perlu diberlakukan untuk seluruh siswa.Dan Ujian Nasional (UN) dinilai belum menjadi alat pemetaan yang tepat.

Ke-delapan, Karena Sifat Ujian Nasional (UN)  dianggap hanya menguji ranah kognitif dan beberapa mata pelajaran tertentu saja. Maka Ujian Nasional (UN)  dinilai cenderung membawa proses belajar ke orientasi yang salah. Sekolah cenderung hanya terfokus pada bidang mata pelajaran yang diberikan pada Ujian Nasional (UN)  , kurang memperhatikan mata pelajaran lainnya. Bentuk  soal Ujian Nasional (UN)   yang bersifat multiple choice sangat memungkinkan menjauhkan anak didik  dari pembelajaran yang mendorong anak didik berpikir kritis serta analis. Dan Juga menjauhkan siswa dari praktik - praktik penulisan esai sebagai latihan mengekspresikan pikiran dan gagasan gagasan orisinil siswa.

Demikian alasan – alasan mengapa kita mesti setuju dengan gagasan bapak H. Sandiaga Salahuddin Uno tenteng penghapusan Ujian Nasional di Sekolah dan diganti dengan model ujian yang lebih tepat seperti tes kemampuan bakat dan minat.
Kita boleh berbeda tetapi persatuan harus dijaga..!